“Gencatan senjata itu rapuh,” kata Utusan PBB untuk Timur Tengah Tor Wennesland lewat tautan video pada awal pertemuan, dikutip laman Al Arabiya.
Israel dan Jihad Islam memang telah menyepakati gencatan senjata pada Ahad (7/8/2022) lalu lewat bantuan mediasi Mesir.
Baca Juga:
Meski Gencatan Senjata Berlaku, Operasi Kemanusiaan di Gaza Masih Terganggu
Wennesland memperingatkan, jika pertempuran berlanjut lagi, hal itu akan memiliki konsekuensi yang menghancurkan.
Baik Israel maupun Jihad Islam memiliki hak untuk merespons jika gencatan senjata dilanggar.
Wennesland mengungkapkan, PBB sedang melakukan penilaian terhadap aksi kekerasan.
Baca Juga:
WHO Peringatkan Krisis Kelaparan di Gaza Masih Mengancam Meski Tak Masuk Kategori Fase Kelaparan
Menurut dia, sekitar 20 persen dari 1.100 roket yang diluncurkan Jihad Islam tidak mencapai Israel, tapi jatuh di Jalur Gaza.
Sesaat sebelum pertemuan darurat digelar, Duta Besar Israel untuk PBB Gilad Erdan meminta Dewan Keamanan PBB melimpahkan tanggung jawab penuh pada Jihad Islam.
Dia menuding kelompok tersebut menggunakan warga Gaza sebagai perisai atau tameng dalam pertempuran.