WahanaNews.co, Gaza - Hingga Rabu (22/11/2023), militer Israel terus menerus menembakkan artileri ke kompleks Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza Palestina.
Di RS Indonesia, Hani Mahmoud, jurnalis Al Jazeera, melaporkan bahwa "tembakan artileri masih terdengar dan berlanjut."
Baca Juga:
Polda Jambi Gelar Apel Siaga Kamtibmas Ramadhan 1447 H, Pastikan Keamanan dan Stabilitas Harga Bahan Pokok
Mahmoud menyatakan bahwa dalam serangan terbaru, staf medis telah menjadi sasaran (tembakan Israel) dan dibunuh.
"Sebagian besar fasilitas rumah sakit hancur," tambahnya.
Mahmoud menyatakan bahwa staf RS Indonesia juga tidak dapat mengevakuasi mayat warga Palestina yang tewas di rumah sakit.
Baca Juga:
Pemerintah Bahas Pengiriman 8.000 Pasukan Perdamaian ke Gaza sebagai Komitmen Kemanusiaan
"Rumah sakit terpaksa menggali kuburan massal di halaman untuk menguburkan sejumlah besar orang yang tewas akibat pengeboman dan serangan udara yang terus berlanjut terhadap rumah sakit tersebut," papar Mahmoud seperti dikutip Al Jazeera.
Sejak Minggu akhir pekan lalu, militer Israel telah mengepung RS Indonesia. Sampai saat ini, dilaporkan bahwa ratusan orang, termasuk pasien dan perawat, masih terjebak di rumah sakit Indonesia.
Israel telah menyerang beberapa fasilitas medis lain di Gaza sebelum RS Indonesia, termasuk rumah sakit terbesar di Gaza, RS Al Shifa.