Ia menegaskan bahwa komitmen Israel belum akan berakhir sebelum terjadi perubahan rezim di Iran.
"Komitmen kami hanya akan terpenuhi ketika rezim ekstremis tersebut digantikan."
Baca Juga:
Italia Bekukan Perjanjian Pertahanan dengan Israel Usai Insiden Lebanon
Sosok Gofman turut menjadi sorotan dalam dinamika ini, mengingat latar belakangnya yang berasal dari militer.
Gofman yang kini berusia 49 tahun lahir di Belarusia dan pindah ke Israel saat remaja, kemudian menghabiskan lebih dari tiga dekade di Korps Lapis Baja IDF.
Penunjukannya sebagai kepala Mossad diumumkan Netanyahu pada Desember lalu, mengungguli kandidat dari internal lembaga tersebut.
Baca Juga:
Kerusakan Serangan AS-Israel ke Iran Ditaksir Capai 270 Miliar Dolar AS
Langkah ini dinilai tidak lazim karena posisi kepala intelijen biasanya diisi oleh figur dari dalam Mossad.
Saat mengumumkan keputusan tersebut, Netanyahu memuji Gofman sebagai sosok yang memiliki kemampuan luar biasa.
"Perwira yang luar biasa, berani, dan kreatif yang menunjukkan pemikiran di luar kebiasaan dan kecerdasan yang mengesankan sepanjang perang," ujar Netanyahu.