Namun, sejumlah analis mempertanyakan kapasitas Gofman dalam bidang intelijen strategis.
Analis pertahanan Amir Oren menilai Gofman kurang memiliki pengalaman dalam pengumpulan informasi, operasi khusus, hingga kerja sama antar lembaga intelijen.
Baca Juga:
3 Bulan Berperang, Netanyahu di Ujung Tanduk Israel Takut AS dan Iran Berdamai
Ia menyebut keahlian tersebut membutuhkan pengalaman panjang sebelum seseorang layak memimpin.
Oren juga menilai penunjukan ini lebih didorong oleh faktor politik dibandingkan kebutuhan keamanan.
"Terdapat penilaian bulat dari para profesional militer dan keamanan bahwa penunjukan ini tidak dimaksudkan untuk menguntungkan keamanan Israel, melainkan untuk membantu Netanyahu secara pribadi dan politik," ujarnya.
Baca Juga:
Intelijen Blak-blakan Ungkap Israel-AS Hendak Gulingkan Republik Isalam Iran
Proses pengangkatan Gofman juga sempat tertunda akibat kontroversi kasus pada 2022 yang melibatkan seorang remaja dalam operasi pengaruh daring.
Remaja tersebut sempat ditahan sebelum dakwaannya dibatalkan setelah diketahui bahwa aktivitasnya mendapat otorisasi.
Gofman membantah mengetahui usia remaja tersebut dan menyatakan hanya memberikan instruksi terkait informasi non-rahasia.