Konflik tersebut kemudian melibatkan kelompok Hizbullah di Lebanon serta gerakan Houthi di Yaman yang memperluas area pertempuran di kawasan Timur Tengah.
Laporan terbaru menyebut jumlah korban jiwa dalam konflik tersebut telah melampaui 2.000 orang sementara ratusan ribu lainnya terpaksa mengungsi dari wilayah terdampak.
Baca Juga:
Konflik Meluas, Rudal Kheybar Shekan Kini Sasar Kantor PM Netanyahu
Di sisi lain, media Israel The Jerusalem Post menyebut kabar mengenai kematian atau luka Netanyahu sebagai teori konspirasi yang tidak memiliki dasar bukti kuat.
Menurut laporan media tersebut, rumor yang beredar hanya menggabungkan sejumlah informasi tidak langsung seperti absennya video terbaru Netanyahu, peningkatan keamanan di sekitar rumahnya, serta penundaan kunjungan pejabat asing.
Laporan Tasnim juga mengutip klaim mantan perwira intelijen Amerika Serikat Scott Ritter yang disampaikan melalui media Rusia bahwa Iran disebut telah membombardir lokasi persembunyian Netanyahu dan menewaskan saudaranya.
Baca Juga:
Bocor ke Publik: Netanyahu Bujuk Trump Agar AS Tak Gempur Iran
Namun The Jerusalem Post menampilkan sejumlah informasi publik yang menunjukkan bahwa Netanyahu masih menjalankan aktivitas resmi sebagai perdana menteri Israel.
Kantor Perdana Menteri Israel tercatat merilis pernyataan resmi dari Netanyahu pada 7 Maret.
Portal Pemerintah Israel juga melaporkan bahwa Netanyahu mengunjungi lokasi dampak serangan di Beersheba pada 6 Maret.