WAHANANEWS.CO, Jakarta - Di tengah intensitas serangan militer yang tak kunjung reda di Gaza, pengakuan mengejutkan datang dari seorang tentara Israel.
Kepada media Haaretz, prajurit tanpa identitas itu mengungkap bahwa dirinya diperintahkan untuk menembaki warga sipil Palestina yang sedang mengantre bantuan pangan.
Baca Juga:
Hamas Minta Iran Tidak Menyerang Negara Tetangga
“Di tempat saya bertugas, antara satu hingga lima orang terbunuh setiap hari,” kata sang prajurit, menggambarkan area penugasan sebagai “medan pembantaian.”
Ia menambahkan bahwa warga Gaza diperlakukan seolah-olah mereka adalah pasukan musuh.
“Tidak ada tindakan pengendalian massa, tidak ada gas air mata, hanya tembakan langsung dengan segala cara yang bisa dibayangkan,” lanjutnya.
Baca Juga:
Indonesia Siap Kirim 20.000 Prajurit ke Gaza, Tapi Akhirnya Hanya 8.000! Ini Alasannya
Bahkan disebutkan bahwa mereka menggunakan senapan mesin dari tank dan melemparkan granat. “Ada satu insiden di mana sekelompok warga sipil tertembak saat bergerak maju di bawah kabut,” ujarnya.
Laporan ini dikutip oleh Al Jazeera dan The Jerusalem Post, Sabtu (28/6/2025), dan segera memicu kontroversi di tengah seruan internasional untuk menghentikan kekerasan terhadap warga sipil.
Meskipun Israel dan Iran dikabarkan tengah menjalani gencatan senjata sementara, operasi militer Israel di Gaza justru meningkat selama akhir pekan.