Sebelumnya, Washington juga melonggarkan sanksi terhadap minyak Rusia dan memberikan izin terbatas untuk penjualan minyak Iran yang telah dimuat ke kapal.
Langkah tersebut memungkinkan distribusi minyak mentah Iran yang telah dimuat sebelum Kamis (20/3/2026) hingga 19 April mendatang.
Baca Juga:
Mojtaba Khamenei: Iran Jalani 3 Perang Sekaligus, AS-Israel Mati Kutu
Pemerintahan Presiden Donald Trump disebut berupaya keras mengamankan pasokan energi global di tengah krisis yang semakin memburuk.
Setelah tiga pekan konflik berlangsung, opsi kebijakan untuk menahan kenaikan harga dinilai semakin menipis.
Penutupan Selat Hormuz menjadi faktor utama yang memperparah lonjakan harga minyak dunia.
Baca Juga:
Perang Amerika Serikat-Israel Vs Iran dan Dedikotomi Islam
Para pejabat di Washington bahkan memperkirakan tekanan harga energi dapat berlangsung selama berbulan-bulan.
“Terutama karena pertempuran di Timur Tengah semakin intensif dan jalur melalui Selat Hormuz hampir mustahil dilalui,” kata sumber yang mengetahui diskusi internal pemerintahan.
“AS telah menggunakan semua kebijakan andalannya untuk mengurangi guncangan pasokan yang melanda ekonomi global,” lanjut sumber tersebut.