Kehadiran koalisi internasional diharapkan mampu menjamin keamanan pelayaran sekaligus mempercepat pemulihan arus perdagangan global yang sempat terganggu akibat konflik di kawasan.
Meski demikian, pengerahan pasukan secara penuh masih bergantung pada perkembangan situasi politik dan keamanan antara Amerika Serikat dan Iran.
Baca Juga:
Eropa Mulai Tak Percaya AS, Publik Eropa Dorong Pertahanan Mandiri
Beberapa negara peserta menekankan bahwa jaminan stabilitas dan keamanan harus dipastikan terlebih dahulu sebelum operasi dijalankan secara maksimal.
Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menilai kesepakatan yang telah dicapai dengan Iran sudah cukup untuk menjamin kebebasan navigasi di Selat Hormuz.
Ia berpandangan bahwa tambahan keterlibatan militer kemungkinan tidak diperlukan, meskipun tetap membuka peluang adanya dukungan dari negara-negara lain apabila dibutuhkan.
Baca Juga:
Trump Kesal ke Jerman, Pasukan AS Terancam Dipangkas
Namun demikian, sejumlah perbedaan pandangan masih terjadi antara Washington dan Teheran terkait status jalur pelayaran tersebut.
Perbedaan itu terutama berkaitan dengan kemungkinan penerapan biaya atau tarif bagi kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz, yang hingga kini masih menjadi salah satu isu yang belum sepenuhnya disepakati kedua pihak.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.