Kini seorang pejabat Amerika Serikat mengakui keputusan tersebut merupakan kekeliruan yang berdampak besar.
“Jika ada kesalahan taktis atau kekeliruan yang kami buat menjelang perang dengan Iran, inilah kesalahan itu,” kata seorang pejabat AS.
Baca Juga:
Trump Panik Soal Ranjau Iran di Selat Hormuz, Ancam Serangan Militer Besar
Drone Iran kini menjadi ancaman nyata bagi pasukan Amerika Serikat yang berada di kawasan Timur Tengah.
Sejumlah serangan menggunakan drone Shahed bahkan dilaporkan telah menewaskan tentara Amerika di wilayah operasi militer.
Teknologi anti-drone milik Ukraina dinilai sebagai solusi yang jauh lebih murah dibandingkan sistem pertahanan udara konvensional yang digunakan di pangkalan militer Amerika dan sekutunya di kawasan tersebut.
Baca Juga:
Trump Sesumbar Sudah Menang, Tapi Bingung Menentukan Akhir Perang Iran
Para pemimpin militer Amerika Serikat juga telah memberikan pengarahan kepada anggota parlemen pada pekan lalu mengenai ancaman drone Iran.
Dalam pengarahan tersebut mereka menyebut bahwa ancaman drone Iran ternyata lebih besar dari yang sebelumnya diperkirakan.
Sistem pertahanan udara Amerika dilaporkan tidak mampu mencegat seluruh drone yang masuk ke wilayah pangkalan militer.