Mingguan itu mengatakan, pabrikan itu saat ini belum siap mengirimkan senjata tersebut.
Namun, mereka menyarankan agar militer Jerman mengirimkan 100 unit howitzer miliknya ke Kiev secepat mungkin.
Baca Juga:
Rusia Umumkan Sistem Rudal Balistik Dikerahkan untuk Patroli Tempur di Siberia
Perusahaan itu akan mengirimkan senjata baru ke militer Jerman jika howitzer mereka sudah siap, kemungkinan mulai paruh kedua 2024.
Krauss-Maffei Wegmann belum bisa dihubungi untuk dimintai komentarnya.
Juru bicara kementerian pertahanan Jerman menolak untuk bicara.
Baca Juga:
Rudal Tomahawk AS: Idaman Ukraina-Mimpi Buruk Rusia
Suplai senjata dari negara-negara Barat membuat jaminan perang bakal berakhir dalam waktu dekat, sepertinya hanya impian.
Rusia yang melakukan invasi sejak 24 Februari justru kian agresif melancarkan serangannya ke Ukraina untuk melengserkan Presiden Volodymyr Zelensky. [gun]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.