"Penempatan aset militer NATO di Ukraina akan memaksa Rusia untuk mengambil tindakan yang akan menempatkan Moskow dan aliansinya di ambang konflik,” katanya.
Ukraina dan pendukung Baratnya menuduh Rusia melakukan agresi tanpa alasan dan menolak tuduhan genosida serta kekejaman di dua wilayah Donetsk dan Lugansk yang memisahkan diri.
Baca Juga:
Pj Wali Kota Pontianak Edi Suryanto Fokuskan Pembangunan di Pontianak Timur
“Semua orang tahu bahwa Rusia dan Rusia sendiri yang memulai invasi ini,” kata duta besar Ukraina untuk PBB Sergiy Kyslytsya.
Majelis Umum PBB melakukan pertemuan atas permintaan AS, yang pekan lalu mengajukan resolusi bersama dengan Albania untuk mengutuk Rusia di Dewan Keamanan PBB, di mana usulan itu diveto oleh Moskow. [rin]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.