Turki juga mendesak Swedia mengambil tindakan yang diperlukan terhadap para pelaku dan mengundang semua negara mengambil tindakan nyata melawan Islamofobia.
Pejabat Turki turun ke Twitter Sabtu untuk mengutuk aktivis anti-Islam Rasmus Paludan yang membakar Al-Quran.
Baca Juga:
Targedi Mencekam Kampanye Berujung Maut di India, 39 Orang Tewas
Ibrahim Kalin, juru bicara presiden Turki, menyebutnya sebagai kejahatan kebencian terhadap kemanusiaan.
Juru bicara partai berkuasa Omer Celik menuduh pihak berwenang Swedia melindungi kejahatan rasial.
Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan kepada wartawan bahwa menyerang Al-Qur'an tidak dapat dianggap sebagai kebebasan berekspresi.
Baca Juga:
Nular dari RI Demo Timor Leste Chaos: Massa Belum Puas Meski DPR Menyerah
Sisi Gelap Rasmus Paludan
Rasmus Paludan adalah ekstrimis sayap kanan dan politikus Denmark-Swedia yang memimpin partai sayap kanan Stram Kurs (Garis Keras) Denmark.
Dia beberapa kali menggelar acara pembakaran Al-Qur'an yang berujung pada protes tandingan yang ditandai dengan aksi kekerasan dan pembakaran mobil.