"Terserah rakyat Amerika untuk memutuskan apakah pernyataan-pernyataan ini konsisten dan sesuai dengan hukum internasional," ucapnya.
Di tengah meningkatnya tensi, Iran menegaskan tidak menginginkan konflik bersenjata meskipun tetap siap mengambil langkah tegas jika diserang.
Baca Juga:
Blokade Hormuz Melunak, Harga Minyak Brent Rontok di Bawah 100 Dollar
"Kami akan berjuang sampai prajurit Iran terakhir," tegasnya.
Iran juga memastikan bahwa sikapnya terhadap tekanan dari Amerika Serikat tidak berubah dan tetap berpegang pada prinsip kedaulatan nasional.
"Apa yang akan kami lakukan sudah cukup jelas. Kami akan membela (negara) secara heroik dan patriotik ... Sebagai peradaban tertua di Bumi," kata Khatibzadeh.
Baca Juga:
Bikin Trump Marah, Kepala Intelijen AS Mundur
Dalam isu lain, Iran membantah tuduhan Amerika Serikat yang menyebut Teheran mengancam kebebasan navigasi di Selat Hormuz, dengan menegaskan bahwa justru pihaknya berupaya menjaga keamanan jalur tersebut.
"Amerika tidak dapat memaksakan kehendak mereka untuk mengepung Iran sementara Iran, dengan niat baik, berusaha memfasilitasi jalur aman melalui Selat Hormuz," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa Iran sebelumnya telah membuka jalur aman bagi kapal dagang selama masa gencatan senjata antara Israel dan Lebanon dengan syarat adanya koordinasi maritim.