Moskow mengeklaim, para “tentara bayaran” itu tidak berhak mendapatkan perlindungan seorang kombatan yang ditetapkan Konvensi Jenewa.
Secara resmi, baik pemerintah AS atau Rusia belum merilis pernyataan mengenai penahanan dua veteran Negeri Paman Sam itu di Ukraina.
Baca Juga:
Dolar AS Kuasai Hampir 60% Cadangan Mata Uang Dunia
Awal pekan ini, Kementerian Luar Negeri AS mengaku tengah menyelidiki kabar bahwa warga negara AS ditangkap pasukan Rusia di Ukraina.
Kementerian yang dipimpin Antony Blinken itu juga berpesan agar warga negara AS tidak pergi ke Ukraina untuk berperang.
Presiden AS Joe Biden mengulangi pesan kementerian tersebut pada Jumat (17/6). Biden mengaku sudah tahu situasinya tetapi enggan membeberkannya secara detail.
Baca Juga:
Mahasiswi Bali Jadi Korban Kecelakaan di AS, Biaya Pemulangan Jenazah Capai Rp180 Juta
“Saya tidak tahu di manakah mereka dan saya ingin memperjelas: orang Amerika seharusnya tidak pergi ke Ukraina. Saya katakan lagi, orang Amerika seharusnya tidak pergi ke Ukraina,” kata Biden. [rin]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.