"Kebijakan luar negeri AS yang lebih berorientasi transaksi dan bilateral bisa membuat keamanan infrastruktur bawah laut di Laut Baltik kurang mendapat perhatian, sehingga memberi Rusia dan aktor lain lebih banyak ruang untuk menjalankan operasi hibrida di wilayah tersebut," ujarnya kepada Newsweek.
Pejabat AS dan Rusia baru-baru ini mengadakan pertemuan di Istanbul pada Kamis (27/2/2025) untuk membahas potensi kerja sama Arktik.
Baca Juga:
Sirene Darurat NATO Meraung di Turkiye, Obyek Terbakar Melintas di Langit Adana
Namun, laporan menunjukkan bahwa peluang keberhasilan kerja sama ini cukup kecil, mengingat hubungan Moskow dan Beijing yang semakin erat dalam kemitraan strategis mereka.
Presiden Trump sendiri kerap mengkritik kebijakan NATO dan bahkan meminta Ukraina untuk membatalkan rencananya bergabung dengan aliansi tersebut.
Menurutnya, keputusan itu bisa menjadi pemicu konflik dengan Rusia dan menghambat upaya perdamaian jangka panjang.
Baca Juga:
Sekutu NATO Ogah Bantu AS Serang Iran, Trump Ancam Hentikan Dagang dengan Spanyol
"NATO? Lupakan saja. Saya pikir itu mungkin alasan semua ini dimulai," ujarnya kepada Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.
[Redaktur: Rinrin Kaltarina]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.