Purin tersebut kemudian diurai oleh tubuh dan diubah menjadi asam urat yang normalnya akan dibuang melalui ginjal.
Masalah muncul ketika fungsi ginjal terganggu atau ketika produksi asam urat dalam tubuh berlebihan, sehingga zat ini menumpuk dan membentuk kristal-kristal tajam di persendian.
Baca Juga:
Studi BRIN Ungkap Pola Makan Anak-Remaja Indonesia Jauh dari Gizi Seimbang
Penumpukan kristal inilah yang memicu pembengkakan, rasa panas, dan nyeri hebat yang menjadi ciri khas serangan asam urat.
Untuk mencegah kondisi tersebut, orang yang pernah atau berisiko mengalami asam urat perlu lebih selektif dalam memilih dan mengonsumsi ikan.
Pasalnya, kandungan purin pada ikan tidaklah sama, ada yang rendah, sedang, hingga sangat tinggi, dan konsumsi berlebihan bisa memicu kambuhnya asam urat.
Baca Juga:
Pria Ini Berhasil Dapat Makan Gratis 1.000 Kali, Hasil Tipu Aplikasi 2 Tahun
Ikan dengan kategori purin rendah umumnya mengandung kurang dari 100 miligram purin per 100 gram porsi.
Beberapa jenis ikan yang relatif aman dikonsumsi antara lain monkfish, sablefish, lele, kakap merah, dan ikan nila.
Ikan-ikan tersebut dapat diolah dengan berbagai cara, mulai dari direbus, dipanggang, dibakar, hingga digoreng, asalkan tidak berlebihan.