WAHANANEWS.CO, Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan pentingnya percepatan skrining dan penguatan surveilans penyakit kusta sebagai upaya menekan angka kasus di Indonesia.
Langkah ini dinilai krusial mengingat Indonesia masih menjadi salah satu negara dengan jumlah penderita kusta tertinggi di dunia, bahkan menempati posisi ketiga setelah India dan Brazil.
Baca Juga:
Menkes Soroti Dampak Bullying dan Tekanan Akademik terhadap Kesehatan Jiwa Anak
Pemerintah menilai upaya deteksi dini dan pemantauan kasus harus terus ditingkatkan agar penanganan penyakit menular tersebut bisa dilakukan lebih cepat dan efektif.
Dengan strategi yang tepat, diharapkan angka penularan kusta dapat ditekan sekaligus mengurangi dampak sosial yang ditimbulkan.
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menjelaskan, beberapa tahun lalu jumlah kasus kusta di Indonesia tercatat mencapai sekitar 16 ribu kasus.
Baca Juga:
Lonjakan Campak 2026 Picu KLB di 11 Provinsi, Komisi IX Minta Aksi Cepat Pemerintah
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penyakit menular masih menjadi tantangan besar bagi sistem kesehatan nasional.
Ia menilai situasi ini serupa dengan penyakit Tuberkulosis (TBC), di mana Indonesia kerap berada pada peringkat tinggi dalam jumlah kasus global.
Oleh karena itu, strategi deteksi dini melalui skrining menjadi langkah penting untuk menemukan kasus lebih cepat dan memastikan pasien mendapatkan pengobatan yang tepat.