WAHANANEWS.CO, Jakarta - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) menargetkan perluasan cakupan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi anak hingga mencapai 14 juta peserta pada 2026.
Program ini diharapkan dapat membantu mendeteksi lebih dini sekaligus mencegah gangguan kesehatan mental pada anak.
Baca Juga:
PLN Salurkan Alat Deteksi Preeklamsia Berbasis AI untuk Tekan Angka Kematian Ibu
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menjelaskan bahwa pada 2025 program tersebut baru menjangkau sekitar 7 juta anak dari target 25 juta anak secara nasional.
Berdasarkan hasil skrining kesehatan yang dilakukan, tercatat 338 ribu anak mengalami kecemasan, sementara 363 ribu anak lainnya menunjukkan gejala depresi.
“Dalam tahun 2026 ini sudah ada empat anak yang meninggal. Mereka berasal dari NTT, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Kalimantan Timur dengan usia 11 sampai 14 tahun,” kata Budi Gunadi Sadikin saat konferensi pers di kantor Kemenkes, Jakarta, Senin (9/3/2026).
Baca Juga:
Kemenkes Terapkan Label Nutri-Level Bertahap, Dorong Masyarakat Lebih Sadar Gizi
Menkes menegaskan bahwa risiko bunuh diri pada anak dapat terjadi pada berbagai lapisan masyarakat, tidak hanya pada keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas.
Ia menilai faktor keluarga dan lingkungan sosial memiliki pengaruh besar terhadap kondisi psikologis anak.
“Penyebab paling besar ada di keluarga. Misalnya konflik atau pola asuh yang kurang tepat,” ujarnya.