Ia menyoroti adanya satu warga di Jakarta yang diketahui sempat melakukan kontak erat dengan salah satu penderita di kapal yang diduga membawa virus tersebut.
Karena itu, Edy meminta pemerintah segera melakukan pelacakan kontak atau tracing secara menyeluruh disertai pemeriksaan kesehatan intensif untuk mencegah potensi penyebaran lebih luas di masyarakat.
Baca Juga:
Siapa Pemilik PT MSE Pelaku Dugaan Jual Beli Solar Subsidi dari Gudang Ilegal ?
Ia juga menekankan pentingnya penerapan karantina bagi individu yang memiliki riwayat kontak erat, meskipun hasil pemeriksaan awal menunjukkan negatif, mengingat masa inkubasi virus yang relatif panjang.
“Karena menular antarmanusia ke manusia, maka pemerintah harus serius mengamati pergerakan penyakit ini. Meskipun penyakit ini belum masuk ke Indonesia,” katanya.
Lebih lanjut, Edy menjelaskan bahwa Indonesia sebenarnya telah mengenal jenis hantavirus lain, yakni virus Hanta Seoul, yang sebelumnya ditemukan di sejumlah wilayah di Tanah Air.
Baca Juga:
DPR Minta Pemerintah Sesuaikan Aturan Belanja Pegawai Daerah demi Kepastian PPPK
Namun, menurutnya, karakteristik Virus Hanta Andes berbeda karena memiliki kemampuan penularan antarmanusia yang lebih tinggi.
Sementara virus Seoul umumnya hanya menular dari tikus ke manusia dan tidak mudah menyebar antarindividu.
Untuk itu, ia meminta pemerintah segera menyusun protokol kesehatan khusus sebagai langkah mitigasi dini.