Sudaryono menegaskan Badan Gizi Nasional menerapkan kebijakan zero tolerance terhadap seluruh kasus keracunan pangan dalam Program Makan Bergizi Gratis.
Kebijakan itu diambil karena program tersebut menyangkut keselamatan, kesehatan, dan keamanan anak-anak sebagai penerima manfaat.
Baca Juga:
Enam Dokter Internsip Meninggal, Kemenkes Gelar Medical Check Up dan Skrining Kesehatan Jiwa
“Ini menjadi suatu hal yang fatal. Ini nyawa seseorang, kesehatan seseorang, keamanan seorang anak yang harus kita jamin. Ini nol toleran sama keracunan ini,” katanya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium, temuan bakteri Escherichia coli (E. coli) berasal dari sejumlah sampel makanan dalam kasus dugaan keracunan Program Makan Bergizi Gratis yang terjadi di Distrik Depapre, Jayapura, serta SMK Negeri 6 Semarang.
Hasil investigasi tersebut disampaikan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin bersama Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono dalam konferensi pers di Jakarta sebagai bagian dari upaya pemerintah memperkuat pengawasan, meningkatkan standar keamanan pangan, dan mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang.
Baca Juga:
Awasi Ketat Dapur MBG, Kerahkan Dokter Sampai Chef Profesional
[Redaktur: Ajat Sudrajat]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.