Para peneliti melihat masa kanak-kanak dan remaja sebagai periode penting bagi plastisitas otak karena pengalaman pada fase tersebut dapat memberi dampak jangka panjang terhadap pertumbuhan kognitif dan saraf.
Dengan mengetahui apakah olahraga berdampak langsung pada kecerdasan, para peneliti berharap hasil studi ini dapat menjadi masukan bagi kebijakan pendidikan dan mendorong aktivitas fisik masuk lebih kuat dalam kurikulum sekolah.
Baca Juga:
Wanita Tewas di Tambora, Suami Siri Ditangkap Polisi Usai Anak Korban Mengadu ke Tetangga
Penulis utama penelitian, Javier Morales, Peneliti Pasca Doktoral Ramón y Cajal di Universitas Almería sekaligus salah satu direktur Fissac, mengatakan ketertarikan timnya pada topik ini berangkat dari berkembangnya bukti ilmiah tentang hubungan olahraga dan perkembangan otak.
"Ketertarikan kami pada topik ini berawal dari semakin banyaknya bukti, termasuk karya sebelumnya oleh Francisco B Ortega, Kirk I Erickson, dan Óscar Martínez-de-Quel tentang hubungan antara aktivitas fisik dan perkembangan kognitif pada anak muda," kata Morales.
Morales menjelaskan bahwa tim peneliti ingin melihat olahraga sebagai alat yang praktis dan mudah dijangkau untuk mendukung tumbuh kembang anak.
Baca Juga:
OJK Batasi Layanan Paylater, Ekonom INDEF: Pelindungan Konsumen Bakal Makin Kuat
"Dengan mengeksplorasi potensi olahraga sebagai alat untuk meningkatkan kecerdasan, kami bertujuan untuk memberikan wawasan tentang strategi praktis dan mudah diakses untuk mendukung perkembangan anak," tambahnya.
Para peneliti menggunakan metode meta-analisis dengan menggabungkan dan menganalisis secara statistik hasil dari sejumlah penelitian sebelumnya.
Dalam studi ini, data yang dianalisis berasal dari 14 uji coba terkontrol acak dengan total 3203 peserta.