"Sangat penting untuk dicatat bahwa anak-anak dengan kecerdasan dasar yang lebih rendah juga mengalami peningkatan yang signifikan, menunjukkan bahwa olahraga dapat berfungsi sebagai intervensi yang inklusif dan efektif untuk beragam populasi," ungkap Morales.
Meski hasilnya menjanjikan, penelitian ini tetap memiliki sejumlah keterbatasan yang perlu diperhatikan.
Baca Juga:
Yurizal Meninggal Usai Keluhkan Rawat Inap, Menkes Budi Gunadi Mengaku Sedih dan Merasa Gagal
Salah satu tantangan utama adalah keberagaman program latihan yang dianalisis dalam studi tersebut.
Intervensi olahraga yang diteliti memiliki variasi dalam jenis, intensitas, durasi, dan frekuensi sehingga para peneliti belum dapat memastikan karakteristik program yang paling optimal untuk meningkatkan manfaat kognitif.
Aktivitas fisik dengan intensitas sedang hingga berat terlihat bermanfaat, tetapi masih terlalu sedikit penelitian yang melaporkan intensitas latihan secara rinci untuk menarik kesimpulan yang pasti.
Baca Juga:
Buntut Cacian ke Pasien yang Meninggal, 10 Nakes Teridentifikasi KKI hingga Dokter Dinonaktifkan
"Keterbatasan utama adalah variabilitas dalam jenis dan intensitas program latihan yang dipelajari, yang menyulitkan untuk menentukan intervensi yang paling efektif," kata Morales.
Morales mengatakan penelitian lanjutan tetap dibutuhkan untuk memahami mekanisme yang melandasi hubungan olahraga dan kecerdasan.
"Selain itu, meskipun manfaatnya jelas, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami mekanisme yang mendasarinya dan untuk mengeksplorasi hasil jangka panjang di luar durasi intervensi," katanya.