"Sangat penting untuk dicatat bahwa anak-anak dengan kecerdasan dasar yang lebih rendah juga mengalami peningkatan yang signifikan, menunjukkan bahwa olahraga dapat berfungsi sebagai intervensi yang inklusif dan efektif untuk beragam populasi," ungkap Morales.
Meski hasilnya menjanjikan, penelitian ini tetap memiliki sejumlah keterbatasan yang perlu diperhatikan.
Baca Juga:
Wanita Tewas di Tambora, Suami Siri Ditangkap Polisi Usai Anak Korban Mengadu ke Tetangga
Salah satu tantangan utama adalah keberagaman program latihan yang dianalisis dalam studi tersebut.
Intervensi olahraga yang diteliti memiliki variasi dalam jenis, intensitas, durasi, dan frekuensi sehingga para peneliti belum dapat memastikan karakteristik program yang paling optimal untuk meningkatkan manfaat kognitif.
Aktivitas fisik dengan intensitas sedang hingga berat terlihat bermanfaat, tetapi masih terlalu sedikit penelitian yang melaporkan intensitas latihan secara rinci untuk menarik kesimpulan yang pasti.
Baca Juga:
OJK Batasi Layanan Paylater, Ekonom INDEF: Pelindungan Konsumen Bakal Makin Kuat
"Keterbatasan utama adalah variabilitas dalam jenis dan intensitas program latihan yang dipelajari, yang menyulitkan untuk menentukan intervensi yang paling efektif," kata Morales.
Morales mengatakan penelitian lanjutan tetap dibutuhkan untuk memahami mekanisme yang melandasi hubungan olahraga dan kecerdasan.
"Selain itu, meskipun manfaatnya jelas, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami mekanisme yang mendasarinya dan untuk mengeksplorasi hasil jangka panjang di luar durasi intervensi," katanya.