Para peneliti juga ingin mengidentifikasi karakteristik program olahraga yang paling tepat untuk mendukung kecerdasan dan domain kognitif lain.
"Tujuan jangka panjang kami termasuk mengidentifikasi karakteristik optimal dari program olahraga seperti jenis, durasi, frekuensi, dan intensitas untuk meningkatkan kecerdasan dan domain kognitif lainnya," jelas Morales.
Baca Juga:
Wanita Tewas di Tambora, Suami Siri Ditangkap Polisi Usai Anak Korban Mengadu ke Tetangga
Morales mengatakan temuan tersebut nantinya diharapkan dapat diterjemahkan menjadi rekomendasi praktis bagi sekolah dan komunitas.
"Kami juga bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana temuan ini dapat diterjemahkan menjadi rekomendasi praktis bagi sekolah dan komunitas untuk mengintegrasikan olahraga sebagai komponen inti dari pendidikan dan perkembangan anak-anak," terangnya.
Pada akhirnya, para peneliti berharap olahraga dipandang sebagai bagian penting dari perkembangan anak, bukan hanya kegiatan tambahan di luar pelajaran akademik.
Baca Juga:
OJK Batasi Layanan Paylater, Ekonom INDEF: Pelindungan Konsumen Bakal Makin Kuat
"Temuan kami menyoroti pentingnya menjadikan olahraga sebagai prioritas bagi anak-anak dan remaja, tidak hanya untuk kesehatan fisik tetapi juga untuk perkembangan kognitif dan emosional," ujarnya.
Morales berharap hasil penelitian ini mendorong pembuat kebijakan, pendidik, dan orang tua membangun lingkungan yang lebih ramah terhadap gaya hidup aktif sejak usia dini.
"Kami berharap penelitian ini menginspirasi para pembuat kebijakan, pendidik, dan orang tua untuk menciptakan lingkungan yang mendorong gaya hidup aktif sejak usia dini," ujarnya.