"Ada yang telepon saya, (bilang) 'nama kamu (Nus) sudah ditulis
di papan white board, kamu namanya nomor satu'," ungkap Nus di
ruang sidang.
Nus mengungkapkan bahwa terdapat belasan nama yang tertulis di papan
tersebut.
Baca Juga:
Ada Cairan Putih dan Luka di Kemaluan Jurnalis Kalsel, Keluarga Minta Diusut
Diperiksa terpisah, saksi lainnya yang juga merupakan korban pembacokan
anak buah John Kei, yakni Frengki Nurmatora alias Angki, juga menyatakan hal
serupa.
"Sebelumnya, malam, saya dapat info bahwa ada nama target, target
untuk dibunuh, salah satunya almarhum (Erwin), yang kedua Nus," jelas
Angki.
Selain membantah adanya papan "target operasi", Erviliana juga membantah
adanya rapat untuk merencanakan pembunuhan Nus di rumahnya pada 20 Juni 2020.
Baca Juga:
Fakta Baru, Ini Percakapan Juwita dengan Sahabatnya Sebelum Dihabisi Oknum TNI AL
"Itu bukan rapat, karena Papa itu dituakan, itu Papa memberi
nasihat untuk adik-adiknya. Jadi, kalau dibilang rapat untuk (rencana) bunuh
(Nus), ya tidak sama sekali," kata Erviliana.
Adapun, Erviliana mengaku sempat keluar rumah pada 20 Juni 2020 sore.
Namun, pada pukul 20.00 WIB, ia telah kembali ke rumah dan mendapati
masih banyak anak buah John yang berkumpul di rumah.