WAHANANEWS.CO, Jakarta - Ketegangan Washington–Teheran mendadak naik satu tingkat ketika Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengonfirmasi kehadiran gugus tempur kapal induk USS Abraham Lincoln di kawasan Timur Tengah sebagai sinyal kesiapsiagaan militer.
Kapal induk raksasa itu sebelumnya bergerak dari Laut China Selatan menuju Timur Tengah di tengah meningkatnya ancaman Amerika Serikat terhadap Iran.
Baca Juga:
Inggris Murka Usai Trump Remehkan Peran NATO di Afghanistan
Ancaman tersebut disebut sebagai respons atas sikap Iran dalam menangani aksi demonstrasi di dalam negerinya.
Kedatangan USS Abraham Lincoln pun memicu pertanyaan besar tentang tingkat kecanggihan kapal perang yang kerap disebut sebagai tulang punggung kekuatan laut Amerika Serikat.
Mengutip Euronews, Selasa (27/1/2026), Angkatan Laut Amerika Serikat menggambarkan USS Abraham Lincoln sebagai kapal perang terbesar di dunia.
Baca Juga:
Ambisi Trump atas Greenland Picu Wacana Pelengseran Presiden AS
Kapal induk ini ditaksir bernilai 6,8 miliar dollar AS atau setara sekitar Rp 113,8 triliun.
USS Abraham Lincoln merupakan bagian dari sepuluh kapal induk bertenaga nuklir milik Amerika Serikat yang tergabung dalam kelas Nimitz.
Kapal induk kelas Nimitz memiliki panjang sekitar 333 meter dan mampu membawa hingga 100.000 ton peralatan tempur.