Muatan tersebut mencakup sekitar 65 unit pesawat tempur serta sejumlah sistem persenjataan yang ditempatkan di atas kapal.
Menurut Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln dirancang untuk mendukung operasi pesawat yang mampu menyerang sasaran udara maupun darat.
Baca Juga:
Inggris Murka Usai Trump Remehkan Peran NATO di Afghanistan
Skuadron udaranya mencakup jet tempur generasi mutakhir F-35 Lightning II serta jet tempur F/A-18 Super Hornet.
Selain fungsi tempur, kapal induk ini juga kerap dilibatkan dalam operasi keamanan maritim.
Operasi tersebut bertujuan mencegah ancaman terhadap pelayaran niaga serta menghalangi pemanfaatan laut untuk aksi terorisme dan pembajakan.
Baca Juga:
Ambisi Trump atas Greenland Picu Wacana Pelengseran Presiden AS
Kapal induk kelas Nimitz dapat dipersenjatai dengan berbagai jenis rudal, termasuk sistem NATO Sea Sparrow.
Sistem tersebut berfungsi sebagai senjata pertahanan terhadap rudal maupun pesawat yang mendekat.
USS Abraham Lincoln juga dilengkapi dua jenis sistem senjata jarak dekat anti-kapal, yakni Phalanx atau CIWS serta sistem rudal RAM.