“Di warung ada saksi dua teman saya, ‘Tidak ada pengacara di Pati ini yang tidak tergiur uang,’ dia bilang gitu,” ungkap Ali.
Ia mengaku langsung menolak tawaran tersebut karena menganggap kasus dugaan kekerasan seksual terhadap santriwati tidak boleh dihentikan hanya karena iming-iming materi.
Baca Juga:
Sertu MB Oknum TNI Diburu Denpom Kendari, Kasus Kekerasan Seksual Anak
“Saya berinisiatif kepada jati diri saya sendiri, tidak akan menerima uang,” tegasnya.
Setelah penolakan itu, Ali mengaku mendapat intimidasi secara langsung dari tiga orang di area parkiran yang memperingatkan dirinya agar tidak membongkar perkara tersebut lebih jauh.
“Perkara ini kalau kamu bongkar, ini akan berimbas besar,” cerita Ali sambil menirukan ancaman yang diterimanya.
Baca Juga:
Korban Sudah Tak Kuliah, Unpad Dalami Dugaan Kekerasan Seksual
Sementara itu, Hotman Paris meminta keluarga korban agar tidak takut menghadapi ancaman maupun tekanan dari pihak mana pun selama proses hukum berjalan.
“Jangan pernah tergoda atau nanti didekatin lagi, diancam, jangan takut, enggak usah takut lagi diancam,” kata Hotman.
Ia juga meminta para korban lain maupun orangtua santri yang mengetahui dugaan tindakan serupa agar berani melapor dan mencari perlindungan hukum.