"Semua eksekutornya ini Duloh, kecuali Siti. Kalau Siti itu sama Noneng," kata Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Indrawieny Panjiyoga, melansir detikcom, Minggu (22/1).
Noneng merupakan ibu mertua tersangka Wowon Erawan alias Aki (60). Noneng dibunuh setelah dia mendorong Siti ke laut di Surabaya, Jawa Timur.
Baca Juga:
Sebelum Jadi Penipu dan Pembunuh Berantai Ternyata Ini Profesi Wowon
Selang beberapa waktu setelah kejadian di Surabaya, Noneng kemudian dibunuh. Wowon sendiri yang mengantarkan Noneng ke rumah Duloh.
"Noneng itu dibunuh sama si Dulah. Jadi sebelum dibunuh si Duloh, Noneng diantar oleh Wowon ke rumah Duloh," kata Panji.
Pada malam yang sama setelah Noneng dibunuh, anaknya yang bernama Wiwin atau istri Wowon juga dibunuh oleh Duloh. Wowon juga yang mengantar Wiwin ke rumah Duloh untuk dieksekusi.
Baca Juga:
Wowon Berencana Habisi Semua TKW Peserta Penggandaan Uang
"Setelah si Noneng mati pada malam yang sama, Wiwin diantar oleh si Wowon ke rumah Duloh, lalu dieksekusi juga," katanya.
Noneng dan Wiwin kemudian dikubur dalam satu lubang yang sama di belakang rumah Duloh.
Racikan Kopi 'Maut' Duloh Sang Eksekutor