WahanaNews.co, Gresik – Kasus tewasnya AS (30) dengan pisau tertancap di mulutnya di Menganti, berhasil diungkap Aparat Satuan Rerse Kriminal Kepolisian Resor Gresik, Jawa Timur, pada Selasa, (28/11/2023).
Ternyata dia korban perampokan disertai pembunuhan. Lima orang yang terlibat sudah diringkus.
Baca Juga:
Terungkap di Persidangan, Jenazah WN Spanyol Disekap Hampir 1 Bulan di Belakang Kamar Hotel
Kepala Satreskrim Polres Gresik Ajun Komisaris Polisi Aldhino Prima Wirdhan mengatakan, dua perampok disertai pembunuhan tersebut berhasil ditangkap di Jawa Tengah. Mereka pun sudah diperiksa. Dari situ diketahui AS dibunuh saat aksi perampokan mereka lakukan.
Dugaan perampokan itu diketahui karena sepeda motor korban hilang di lokasi kejadian. Selain motor, HP milik korban juga raib. Barang lain yang dirampok pelaku ialah tas berisi duit Rp 300 ribu.
Setelah ditelusuri, barang berharga milik korban itu dibeli oleh tiga penadah yang juga sudah ditangkap.
Baca Juga:
Polisi Kasus pembunuhan di Bekasi, Motif Utang Piutang
"Ada (berperan sebagai) perantara, pembeli motor, dan pembeli HP [yang dicuri dua pelaku perampokan dari korban]," kata Aldhino kepada wartawan pada Selasa, (5/12/2023) melansir VIVA.
Dia menerangkan, setelah merampok dan membunuh korban, dua pelaku langsung menghubungi ketiga penadah tersebut.
Pelaku menjual motor dan HP milik korban di Demak dan Rembang, Jawa Tengah. Motor korban dijual Rp 10 juta. "HP-nya dijual Rp 600 ribu," ujar Aldhino.