Setelah itu, MH dibawa kembali ke Taman Bunga, tepatnya ke stan pembuatan tato tempatnya bekerja.
"Lalu MH dikembalikan lagi ke Taman Bunga, tepatnya di stan pembuatan tato," terang Sandi lagi.
Baca Juga:
DJP Ingatkan Marketplace, Seller di Bawah Rp 500 Juta Setahun Tak Boleh Dipajaki
Saat tiba kembali di lokasi, RWMS yang lebih dulu turun dari mobil melihat Jaka Malau sedang duduk di dekat stan tato tersebut.
Dalam kondisi emosi, RWMS menuduh Jaka ikut campur dalam persoalan tersebut karena dianggap sebagai teman MH.
"RWMS yang pertama kali keluar dari mobil melihat korban Jaka Malau ini duduk di dekat stan pembuatan tato," sebut Sandi.
Baca Juga:
Ketua BEM FH UBK Minta Maaf Usai Akui Terima Uang Rp 20 Juta Sebelum Demo
Sandi menyebut RWMS kemudian langsung menaruh curiga kepada korban yang sebenarnya tidak berkaitan dengan persoalan tato tersebut.
"Tersangka RWMS dalam keadaan emosi menuduh korban ikut-ikutan karena merupakan teman MH," sebut Sandi.
Cekcok antara RWMS dan Jaka Malau pun tidak dapat dihindari hingga berujung aksi saling pukul.