Hal ini
berdasarkan hasil pemeriksaan forensik yang dilakukan di RSUP Sanglah,
Denpasar.
Tidak
ditemukan tanda-tanda kekerasan seksual pada jenazah Widiastuti.
Baca Juga:
Koster Respons Usulan Nusron agar Warga Bali Ikut Transmigrasi
"Kita
juga mengambil swab, untuk mengetahui apakah ada tindakan seksual. Itu kita
masih lakukan pemeriksaan di laboratorium. Secara
makroskopis, untuk tanda-tanda kekerasan seksual kita tidak temukan. Jadi
bercak (cairan pada kelamin) kita tidak temukan," ujar ahli forensik RSUP
Sanglah, Ida Bagus Putu Alit, Selasa (29/12/2020).
Tim
forensik menerima jenazah Widiastuti pada Senin (28/12/2020), pukul 12.40 Wita, atau beberapa jam setelah polisi melakukan
pemeriksaan di TKP. [qnt]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.