Tak berhenti pada intimidasi, Suderajat juga mengaku mengalami pemukulan dan tendangan.
“Abis itu ditonjok dan disabet, disabet pakai selang sama sepatu boots, sama tentara ditendangnya,” kata dia.
Baca Juga:
Dandim Jakpus: Masalahan Anggota dengan Pedagang Es Gabus Selesai Secara Kekeluargaan
Ia menyebut bagian pundak kanannya hingga kini masih terasa nyeri akibat sabetan tersebut.
Suderajat juga mengaku dipermalukan dengan perlakuan tidak manusiawi selama kejadian berlangsung.
Ia menuturkan bahwa dagangan es gabus miliknya diremas, dibejek, dan dihancurkan di depan umum.
Baca Juga:
Kasus Es Gabus, DPR Dorong Sanksi dan Pendampingan Hukum
“Es saya diremes, dibejek, mata saya sakit karena kena sabet timpukan es,” ujarnya.
Es yang sudah hancur itu bahkan dilempar ke wajahnya hingga melukai pipi dan area dekat mata.
“Barang jualan pada hancur, mau jualan apa lagi, bahu saya sakit, dekat mata luka,” tutur Suderajat.