WAHANANEWS.CO, Jakarta - Sebuah pesan singkat yang dikirim di ruang obrolan permainan daring mendadak membuat ratusan orang di berbagai negara terdiam, karena apa yang semula dianggap candaan gelap ternyata menjadi awal terkuaknya tragedi keluarga yang menyisakan renungan mendalam tentang kejujuran, tekanan hidup, dan ketakutan menghadapi kegagalan.
Pada Sabtu (27/07/2019) silam, di sebuah server Discord bernama Perfect World Void, seorang pemuda berusia 23 tahun asal Kanada bernama Menhaz Zaman mengirim pesan yang membuat suasana mendadak berubah mencekam.
Baca Juga:
BPOM Ungkap Ancaman Kenaikan Harga Obat, Dipicu Kurs Dollar dan Bahan Baku Impor
“Saya baru saja membantai seluruh keluarga saya, dan kemungkinan besar akan menghabiskan seumur hidup di penjara jika saya berhasil bertahan hidup.”
Sebagian besar anggota komunitas daring yang membacanya menganggap kalimat tersebut hanya bagian dari kebiasaan Menhaz yang dikenal gemar melontarkan candaan gelap dan memancing reaksi orang lain.
Namun tidak lama kemudian, keraguan itu sirna ketika Menhaz mengunggah foto-foto mengerikan yang menunjukkan jasad anggota keluarganya, senjata yang digunakan, serta foto dirinya yang sedang memegang pisau berlumuran darah.
Baca Juga:
Pemkab Karawang Matangkan Prioritas Pembangunan 2026, Fokus Pendidikan, Kesehatan dan Infrastruktur
Kepanikan segera menyebar ke berbagai negara karena para pemain yang sebelumnya hanya saling mengenal lewat dunia maya mendadak menyadari bahwa mereka sedang menyaksikan pengakuan sebuah tragedi yang benar-benar terjadi.
Sejumlah teman daring Menhaz kemudian berupaya membantu aparat dengan melacak keberadaannya dan melaporkan informasi yang mereka miliki kepada pihak berwenang di Kanada.
Peristiwa tersebut kemudian membuka tabir kehidupan keluarga Zaman yang selama ini tampak sebagai gambaran keluarga imigran yang berhasil membangun kehidupan baru di negeri orang.