Mereka tertawa, berbincang, dan menikmati kebersamaan tanpa menyadari bahwa salah satu anggota keluarga diam-diam menyimpan rencana mengerikan.
Pembunuhan yang terjadi keesokan harinya bukanlah tindakan spontan akibat ledakan emosi sesaat.
Baca Juga:
Jaga Daya Beli Masyarakat, ALPERKLINAS: Tarif Listrik Tidak Naik Jadi Kebijakan Tepat
Menurut fakta persidangan, Menhaz telah menyiapkan alat yang akan digunakannya dan menjalankan aksinya secara bertahap terhadap anggota keluarganya sendiri.
Setelah melakukan pembunuhan terhadap ibunya dan neneknya, ia tidak melarikan diri maupun berusaha menyembunyikan kejadian tersebut.
Sebaliknya, ia kembali ke kamarnya, menyalakan komputer, bermain gim daring, dan berinteraksi seperti biasa dengan teman-temannya.
Baca Juga:
Di Balik Indahnya Air Terjun Sitapigagan, Ada Mitos yang Bikin Wisatawan Penasaran
Bahkan, ia sempat menunggu kepulangan anggota keluarga lainnya untuk melanjutkan rencana yang telah disusunnya.
āIām shaking.ā
Kalimat pendek itu sempat dikirimkan Menhaz kepada seorang teman daring di tengah rangkaian peristiwa yang sedang berlangsung.