Ayah Menhaz, Moniruz Zaman, dikenal sebagai pekerja keras yang merantau dari Bangladesh ke Kanada demi masa depan keluarganya.
Bersama sang istri, Momotaz, dan ibunya, Firoza, ia membangun kehidupan yang sederhana namun penuh harapan melalui kerja keras selama bertahun-tahun.
Baca Juga:
BPOM Ungkap Ancaman Kenaikan Harga Obat, Dipicu Kurs Dollar dan Bahan Baku Impor
Harapan terbesar keluarga itu tertumpu pada Menhaz yang diyakini sedang menempuh pendidikan tinggi dan dipersiapkan menjadi seorang insinyur.
Di lingkungan tempat tinggalnya, Menhaz dikenal sebagai pribadi pendiam, sopan, dan tidak pernah menimbulkan masalah.
Namun di balik kesan tersebut, ia menjalani kehidupan yang jauh berbeda dari apa yang diketahui keluarganya.
Baca Juga:
Pemkab Karawang Matangkan Prioritas Pembangunan 2026, Fokus Pendidikan, Kesehatan dan Infrastruktur
Ia semakin tenggelam dalam dunia virtual dan lebih banyak menghabiskan waktu bersama teman-teman daring dibanding berinteraksi dengan keluarganya sendiri.
Yang tidak diketahui siapa pun, Menhaz ternyata telah menjalani kebohongan besar selama bertahun-tahun.
Ironisnya, sehari sebelum tragedi itu terjadi pada Jumat (26/07/2019), keluarga tersebut masih menikmati waktu bersama saat piknik keluarga di Bluffer’s Park.