WAHANANEWS.CO, Jakarta - Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras, menegaskan dukungannya terhadap penguatan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang dinilai sebagai salah satu program paling efektif dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat akan hunian layak.
Menurutnya, program BSPS memiliki dampak nyata karena manfaatnya langsung dirasakan masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah yang membutuhkan bantuan peningkatan kualitas rumah.
Baca Juga:
DPR Wacanakan Panja Khusus untuk Benahi Keselamatan Transportasi Nasional
Ia meyakini tingkat penyerapan anggaran Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) akan menjadi salah satu yang paling optimal di antara mitra kerja Komisi V DPR RI karena ditopang pelaksanaan program tersebut.
Pernyataan itu disampaikan dalam Rapat Kerja Komisi V DPR RI bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman RI, Maruarar Sirait, beserta jajaran di Ruang Rapat Komisi V DPR RI, Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Selasa (26/5/2026).
“Program BSPS ini betul-betul menyentuh masyarakat. Karena itu kami mengapresiasi peningkatan target dari 45 ribu menjadi 400 ribu unit dan Komisi V DPR RI siap mendukung penuh apabila ke depan ditingkatkan hingga dua juta unit,” ujar.
Baca Juga:
DPR Apresiasi Rencana Prabowo Pangkas Potongan Ojol, Dinilai Lebih Berkeadilan
Andi Iwan Darmawan Aras berharap realisasi penyerapan anggaran Kementerian PKP pada akhir tahun anggaran dapat kembali sesuai dengan target yang telah direncanakan.
Ia juga menekankan pentingnya mengurangi deviasi negatif yang masih terjadi pada pertengahan tahun anggaran agar pelaksanaan program-program perumahan berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
Selain program BSPS, legislator Fraksi Partai Gerindra tersebut juga mendorong optimalisasi pembangunan rumah susun sederhana sewa (rusunawa), terutama untuk mendukung kebutuhan hunian di lingkungan sekolah, pondok pesantren, serta perguruan tinggi.
Menurutnya, masih banyak lembaga pendidikan yang membutuhkan dukungan penyediaan hunian yang layak dan terjangkau.
Ia menilai pembangunan rusunawa perlu kembali diperkuat dalam perencanaan anggaran tahun 2027 agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat, khususnya kalangan pelajar, mahasiswa, dan santri yang membutuhkan fasilitas tempat tinggal memadai.
Dalam kesempatan itu, Andi Iwan Darmawan Aras juga menyoroti masih minimnya program penataan kawasan kumuh dan sanitasi di wilayah perkotaan.
Ia menyebut sejak program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) tidak lagi berjalan optimal, masyarakat di wilayah kelurahan semakin jarang mendapatkan program pembangunan yang langsung menyentuh kebutuhan mereka.
“Kita melihat ada kesenjangan antara desa dan kelurahan. Di desa banyak program yang langsung dirasakan masyarakat, sementara di wilayah kelurahan saat ini masih relatif minim. Karena itu program penataan kawasan kumuh dan sanitasi perlu diperkuat kembali,” tandas Politisi Fraksi Partai Gerindra ini.
Lebih lanjut, ia mendorong Kementerian PKP untuk terus menghadirkan inovasi pembiayaan dan memperkuat kolaborasi lintas sektor, termasuk melalui pemanfaatan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Langkah tersebut dinilai penting guna mempercepat pembangunan perumahan dan kawasan permukiman yang layak huni dan berkelanjutan.
Andi Iwan Darmawan Aras juga menyoroti persoalan ketersediaan lahan yang hingga kini masih menjadi tantangan utama dalam pembangunan perumahan nasional.
Karena itu, menurutnya, diperlukan penguatan koordinasi antara Kementerian PKP dengan Kementerian ATR/BPN, BUMN, dan Kementerian Kehutanan agar proses penyiapan lahan dapat dilakukan lebih optimal.
Ia menambahkan, penguatan koordinasi tersebut penting untuk mendukung perluasan program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sehingga akses masyarakat terhadap rumah subsidi dapat semakin meningkat.
“Kemudian yang menjadi persoalan utama juga memang masalah lahan. Nah kita lihat bagaimana supaya betul-betul koordinasi dengan Kementerian ATR dan BUMN dan Kehutanan tadi juga membuat penyiapan lahan bisa lebih optimasi sehingga FLPP ini juga bisa lebih dimaksimalkan lagi,” pungkas Andi Iwan Darmawan Aras.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]