Oleh karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi aktif dengan memberikan informasi yang jujur, lengkap, dan sesuai kondisi sebenarnya ketika petugas sensus melakukan pendataan.
Menurutnya, keterbukaan masyarakat dalam proses pendataan akan membantu pemerintah menyusun kebijakan yang lebih akurat, termasuk dalam menentukan penerima bantuan sosial maupun program pemberdayaan ekonomi lainnya.
Baca Juga:
Mercy Barends: RUU Daerah Kepulauan Hadir untuk Wujudkan Keadilan Pembangunan Wilayah 3T
"Sensus ini bukan untuk mempersulit masyarakat. Justru ini upaya pemerintah untuk mendapatkan data yang sebenarnya agar bantuan sosial bisa diberikan kepada mereka yang benar-benar berhak menerimanya," tegasnya.
Selain mengajak masyarakat berpartisipasi, Atalia juga menyoroti masih rendahnya pemahaman sebagian masyarakat mengenai tujuan dan manfaat Sensus Ekonomi.
Karena itu, ia meminta pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat sosialisasi sehingga masyarakat memahami pentingnya pendataan tersebut sebagai dasar penyusunan kebijakan publik.
Baca Juga:
Puan Maharani Minta Pemerintah Evaluasi Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru, Soroti Puluhan Ribu Peserta Tak Daftar Ulang
Di samping persoalan bantuan sosial, Atalia turut memberikan perhatian terhadap kesiapan logistik kebencanaan.
Berdasarkan hasil peninjauan di lapangan, ia melihat sejumlah gudang logistik memiliki kapasitas penyimpanan yang cukup besar, namun belum didukung oleh ketersediaan stok yang memadai untuk menghadapi kondisi darurat.
"Kami melihat secara langsung bahwa kebutuhan buffer stock logistik masih perlu diperkuat. Indonesia adalah negara yang rawan bencana dan kondisi darurat bisa terjadi kapan saja. Karena itu kesiapan logistik harus menjadi prioritas," katanya.