Lebih dari itu, hasil pembangunan harus benar-benar memberikan dampak dan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.
"Perkebunan dan pertanian adalah bagian dari pembangunan nasional, perencanaan yang baik dilaksanakan saja tidak cukup, harus dirasakan dengan baik," ujarnya.
Baca Juga:
Pemkab Tanjab Timur Matangkan Strategi Hilirisasi Kelapa untuk Dongkrak Ekonomi Petani
Dalam kesempatan tersebut, Rachmat juga menilai SIEXPO dapat menjadi wadah untuk mempertemukan berbagai pihak yang berkepentingan dalam industri kelapa sawit.
Forum tersebut dinilai dapat dimanfaatkan untuk memperkuat koordinasi sekaligus membangun kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, pekebun, dan pemangku kepentingan lainnya dalam menentukan arah pengembangan industri sawit nasional.
Menurutnya, pengembangan industri sawit ke depan tidak seharusnya hanya berfokus pada peningkatan volume produksi.
Baca Juga:
DPR Usulkan Badan Otoritatif Data Nasional untuk Perkuat Satu Data Indonesia
Aspek penciptaan nilai tambah, pengembangan industri pengolahan, serta pemerataan manfaat ekonomi juga perlu menjadi bagian penting dari strategi hilirisasi.
"Pastikan produksi kelapa sawit bisa dinikmati semua rakyat Indonesia. Dan yang menghasilkan ikut makmur," ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Riau Syahrial Abdi mengatakan Pemerintah Provinsi Riau terus melakukan berbagai upaya untuk memperkuat industri kelapa sawit, terutama melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, pembangunan sarana dan prasarana, serta pembenahan tata kelola perkebunan.