Dari 13 ruas jalan nasional yang sebelumnya terputus, kini tersisa satu koridor yang belum sepenuhnya pulih, yakni di Simpang Rampa dan Sibolga.
“Semula terdapat 13 jalan nasional yang terputus. Sekarang tinggal satu koridor di Simpang Rampa dan Sibolga. Jalan tidak dapat lagi dibangun di badan jalan yang lama,” ujar Kepala BNPB.
Baca Juga:
Lebih 3.400 Huntara Disiapkan untuk Pemulihan Banjir Aceh Timur
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan sejumlah variabel atau indikator untuk menilai tingkat pemulihan daerah pascabencana banjir dan longsor yang melanda tiga provinsi di Sumatra.
Indikator tersebut diharapkan dapat membantu proses pemantauan, pemulihan dini, serta penentuan prioritas rehabilitasi dan rekonstruksi di masing-masing daerah.
Dalam rapat koordinasi tersebut, Menteri Tito juga menjelaskan peran kementerian dan lembaga, termasuk tugas Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam di Provinsi Aceh, Provinsi Sumatra Utara, dan Provinsi Sumatra Barat.
Baca Juga:
BNPB Laporkan Dampak Gempa Talaud, Belasan Rumah dan Faskes Terdampak
Rapat ini turut dihadiri Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Gubernur Sumut, para bupati dan wali kota terdampak bencana, serta unsur Forkopimda Sumatra Utara.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.