Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, Ph.D. (baju biru rompi) bersama Walikota Bekasi Tri Adhianto (baju putih) mengecek alat sensor Early Warning System(EWS) yang terinstalasi di Bendung Prisdo, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, Jumat (6/3/2026).
"Sistem peringatan dini tersebut memberikan dampak positif bagi masyarakat karena mampu memberikan informasi lebih awal terkait potensi kenaikan muka air, Terima kasih BNPB kami sangat apresiasi," ujar Tri.
Baca Juga:
Gempa M 6,4 Guncang Aceh dan Sumut, Warga Sempat Panik Keluar Rumah
Ia mengakui, pada awal pengoperasian sirine peringatan sempat membuat masyarakat terkejut. Namun menurutnya, hal tersebut merupakan bagian dari proses adaptasi masyarakat terhadap sistem peringatan dini.
Tri juga menyinggung pengalaman banjir besar pada tahun 2025 yang sempat melumpuhkan aktivitas kota hampir dua hari, termasuk merendam kawasan pusat pemerintahan di Jalan Ahmad Yani.
Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, Ph.D. (baju biru rompi) bersama Walikota Bekasi Tri Adhianto (baju putih) mengecek alat sensor Early Warning System(EWS) yang terinstalasi di Bendung Prisdo, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, Jumat (6/3/2026).
Baca Juga:
Hujan Lebat Picu Banjir di Jember, Karawang Masih Tergenang dan Karhutla Terjadi di Kalteng
"Dengan teknologi tersebut, pemerintah dapat memperkirakan waktu kedatangan aliran air di titik-titik tertentu secara lebih akurat sehingga langkah antisipasi dapat dilakukan secara tepat waktu," tambah Tri.
Menjelang periode libur Lebaran, Pemerintah Kota Bekasi juga memastikan seluruh perangkat penanganan banjir tetap disiagakan.
Personel terkait tetap bertugas dan tidak diberlakukan kebijakan bekerja dari rumah maupun libur bagi petugas yang terlibat dalam penanganan kebencanaan.