"Pemerintah Kota Bekasi berharap sinergi dengan BNPB dalam penguatan sistem peringatan dini banjir dapat terus diperluas ke lebih banyak titik sehingga kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana banjir semakin meningkat," tutup Tri.
Testimoni Warga
Baca Juga:
Gempa M 6,4 Guncang Aceh dan Sumut, Warga Sempat Panik Keluar Rumah
Sementara itu, Eko Santoso, warga Pondok Gede Permai yang terdampak banjir, mengapresiasi pemasangan sistem peringatan dini yang dipasang BNPB di wilayah Kali Bekasi.
Menurutnya, keberadaan sirine sangat membantu masyarakat untuk bersiap sebelum banjir datang.
Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, Ph.D. (baju biru rompi) memantau sirine Early Warning System (EWS) yang terpasang di Kelurahan Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, Jumat (6/3/2026).
Baca Juga:
Hujan Lebat Picu Banjir di Jember, Karawang Masih Tergenang dan Karhutla Terjadi di Kalteng
"Sirine pertama kali berbunyi sempat menimbulkan kepanikan karena warga belum terbiasa dengan sistem tersebut. Namun, sirine tersebut sebenarnya menjadi tanda adanya potensi kenaikan debit air kiriman dari wilayah hulu, sehingga warga dapat segera bersiap mengamankan barang berharga dan kendaraan ke tempat yang lebih aman," ujar Eko.
Ia juga menekankan pentingnya pemeliharaan alat secara berkala, seperti kalibrasi sensor dan pembersihan perangkat, agar pembacaan data tetap akurat.
Melalui sistem EWS ini, informasi mengenai kenaikan muka air sungai dapat dipantau secara langsung oleh BPBD, pemerintah daerah, serta instansi terkait lainnya.