Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral sebelumnya telah melakukan uji jalan B50 pada berbagai kendaraan diesel dengan jarak tempuh lebih dari 20.000 kilometer.
Hasil awal menunjukkan bahwa campuran biodiesel sebesar 50 persen mampu meningkatkan performa kendaraan secara signifikan.
Baca Juga:
Arab Saudi Murka usai Menteri Israel Terobos dan Kibarkan Bendera di Al Aqsa
“Jadi kemungkinan besar penerapannya secara mandatori (B50) akan dilaksanakan mungkin tidak terlalu lama,” ujar Sekretaris Direktorat Jenderal EBTKE ESDM Harris Yahya.
Program biodiesel sendiri telah berjalan melalui skema B40 hingga akhir 2025 dengan realisasi mencapai 14,2 juta kiloliter berbasis minyak sawit atau crude palm oil (CPO).
Namun demikian, sejumlah pihak mengingatkan agar pemerintah tidak terburu-buru dalam mengimplementasikan B50 tanpa kesiapan yang matang.
Baca Juga:
China Ubah Penulisan Nama Marco Rubio agar Bisa Masuk Beijing
Anggota Dewan Energi Nasional Fadhil Hasan menilai pemerintah sebaiknya mengoptimalkan program B40 terlebih dahulu sebelum meningkatkan kadar campuran biodiesel.
Menurutnya, percepatan implementasi tanpa kesiapan berisiko menimbulkan persoalan baru di sektor energi dan industri.
Salah satu tantangan utama adalah ketersediaan bahan baku CPO yang dinilai belum sepenuhnya mencukupi untuk mendukung peningkatan produksi biodiesel.