Begitu pula pembantunya, Sarwono, tertembak sehingga satu jari
tangannya putus.
Termasuk empat anggota lainnya yang
tertembak.
Baca Juga:
Pemerintah Siapkan Rusun untuk Prajurit Kopassus di Solo, Fokus Tingkatkan Kesejahteraan TNI
Namun, saat akan
dijemput, ternyata Sersan Parman dan Sarwono telah berpindah.
Di tengah kejaran pasukan musuh,
pertempuran sengit terus terjadi.
Pergerakan tim Sutiyoso untuk kembali
ke Kotabot terhambat, karena harus bertempur dan membopong
empat anggotanya yang tertembak.
Baca Juga:
PLTU IP Labuhan Angin Teken PKT Pengamanan dengan Mako Kopassus untuk Proyek Recovery Unit 1
Dalam perang dahsyat seperti itu,
keempat orang yang tertembak tersebut "mestinya" ditembak mati, supaya tidak menjadi beban.
Bahkan, para
senior yang dihubunginya melalui radio telah menyarankan supaya ditinggal saja.
Tapi, Sutiyoso
tidak tega.