WAHANANEWS.CO - Menteri Koperasi Ferry Juliantono merespons tuntutan mahasiswa yang meminta evaluasi hingga penghentian program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih), dengan menegaskan program tersebut dirancang untuk menggerakkan ekonomi produktif masyarakat dan tidak seharusnya disikapi secara pesimistis.
Pernyataan itu disampaikan Ferry saat menanggapi aksi demonstrasi mahasiswa yang salah satu tuntutannya meminta pemerintah menghentikan program Kopdes Merah Putih.
Baca Juga:
El Nino Tak Berarti Tanpa Hujan, BMKG Ungkap 9 Wilayah Berpotensi Diguyur Minggu Ini
Menurut Ferry, keberadaan koperasi desa bertujuan membuka peluang ekonomi produktif bagi masyarakat sehingga mahasiswa seharusnya mendukung upaya tersebut.
"Masa mahasiswa nggak setuju dengan itu? Yang nggak setuju apanya? Misalkan ada soal-soal pesimis, ini baru pertama kali kami dilakukan atas perintah Presiden membuat bangunan fisiknya, membuat badan hukumnya, kemudian operasionalisasinya. Memang enggak mudah mengoperasionalkan, tapi jangan pesimis," ungkap Ferry saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Rabu (17/06/2026).
Ferry menjelaskan target pembangunan fisik Kopdes Merah Putih pada tahun ini disesuaikan menjadi maksimal 40 ribu unit dari rencana awal sebanyak 80 ribu unit.
Baca Juga:
Staf KPK Jadi Tersangka Pemerasan Bupati Pemalang, KPK Langsung Evaluasi Pengelolaan Dokumen Rahasia
Ia menyebut hingga saat ini progres pembangunan fisik koperasi tersebut telah mencapai lebih dari 30 ribu unit.
"Kan memang dari proses pembangunan fisik yang sekarang sedang dilakukan, kami menilai paling maksimal 40 ribu di tahun ini," terangnya.
Meski pembangunan fisik terus berjalan, Ferry mengakui operasionalisasi Kopdes Merah Putih memerlukan pendekatan yang lebih mendalam, termasuk melalui studi kelayakan atau feasibility study untuk memastikan keberlanjutan usaha dan potensi keuntungan.