WAHANANEWS.CO, Jakarta - Jagat media sosial belakangan ramai membicarakan tagar “Jakarta Darurat Begal” menyusul meningkatnya aksi kejahatan jalanan yang terjadi di sejumlah wilayah ibu kota, khususnya Jakarta Barat.
Maraknya kasus pembegalan ini memicu keresahan masyarakat, terutama para pekerja yang kerap beraktivitas hingga malam hari dan harus melintasi jalanan sepi saat pulang kerja.
Baca Juga:
FOMO dan Overthinking Gegara Medsos? Waspada, Bisa Jadi Otak Sedang Kelelahan
Berbagai unggahan warga di media sosial memperlihatkan kekhawatiran terhadap kondisi keamanan di jalanan Jakarta.
Tidak sedikit masyarakat yang membagikan pengalaman menjadi korban ataupun nyaris menjadi sasaran aksi begal.
Bahkan, sejumlah warganet turut membagikan tips keselamatan guna mengantisipasi tindak kriminal tersebut.
Baca Juga:
Bunyikan Klakson, Sopir Taksi Online Lolos dari Pembegalan
Menanggapi situasi tersebut, Anggota Komisi III DPR RI, Gilang Dhielafararez, menilai penanganan aksi kejahatan jalanan tidak cukup hanya melalui penindakan hukum terhadap pelaku.
Menurutnya, pemerintah daerah dan aparat keamanan juga perlu memperkuat infrastruktur pendukung keamanan seperti penerangan jalan umum dan pemasangan kamera pengawas atau CCTV di titik-titik rawan kriminalitas.
“Patroli rutin yang masif khususnya di titik-titik rawan, hingga memberantas jaringan kelompok begal,” tegas Gilang Dhielafararez dikutip dari situs resmi DPR RI, Rabu (27/5/2026).