"Jangan sampai ada ketimpangan yang terlalu jauh, terutama di daerah 3T," ungkap Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini.
Esti juga menyinggung upaya pemerintah dalam mendorong digitalisasi pendidikan.
Baca Juga:
Wakil Ketua DPR Desak Pengusutan Tuntas Dugaan Pencabulan Anak di Tanjungbalai, Guru ASN Diminta Disanksi Jika Terbukti
Ia mengingatkan bahwa penerapan teknologi dalam sistem pembelajaran harus diiringi dengan kesiapan infrastruktur yang memadai, seperti ketersediaan listrik dan akses internet yang merata di seluruh wilayah Indonesia.
“Hari ini, kita diingatkan bahwa masa depan Indonesia ditentukan dari ruang-ruang belajar kita. Maka Negara harus hadir, kebijakan harus berpihak, dan kita semua harus bergotong royong memastikan pendidikan menjadi jalan kemajuan bagi semua,” jelasnya.
Selain itu, Esti turut mengkritisi pengelolaan anggaran pendidikan yang mencapai 20 persen dari APBN/APBD.
Baca Juga:
Totok Hedi Santosa Kritik Pola Kemitraan Perhutani, Petani Diminta Lebih Bebas Tentukan Komoditas
Ia menekankan bahwa anggaran tersebut harus digunakan secara tepat sasaran dan tidak sekadar habis untuk belanja rutin, melainkan benar-benar menyentuh kebutuhan mendasar di lapangan.
Menurutnya, alokasi anggaran pendidikan merupakan amanat konstitusi yang wajib dijalankan secara optimal dan bertanggung jawab.
"Pengalokasiannya harus benar-benar untuk sektor pendidikan yang sesungguhnya. Anggaran pendidikan yang besar tidak hanya habis untuk belanja rutin," tegasnya.