WahanaNews.co, Buleleng - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengemukakan pandangannya tentang situasi Danau Toba di Sumatera Utara yang saat ini menghadapi ancaman kehilangan statusnya sebagai Global Geopark.
Hal ini terjadi setelah UNESCO memberikan peringatan terhadap manajemen Geopark Kaldera Toba.
Baca Juga:
Walikota Jakarta Pusat Dorong Batik Pakaian Santai
Sandiaga mengungkapkan keprihatinannya terkait peringatan yang diberikan oleh UNESCO. Menurutnya, menjaga status Global Geopark tersebut merupakan tugas yang sangat menantang dan sulit dilakukan.
"Mendapatkan pengakuan UNESCO Global Geopark itu sangat sulit, apalagi menjaganya," kata Sandiaga seusai membuka Wolrd Tourism Day Golf Geopark Challenge di Handara Golf and Resort, Buleleng, Bali, beberapa waktu lalu.
Mengutip detikEdu, kartu kuning untuk Danau Toba dikeluarkan UNESCO karena minimnya aksi yang dilakukan pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark (TCUGGp) Provinsi Sumatera Utara.
Baca Juga:
BRIN Ajak Peneliti Global Riset Kesehatan Tanah di ICC MAB Maroko
Pengelola diminta untuk memenuhi standar yang diberikan UNESCO dalam waktu dua tahun setelah kartu kuning diberikan. Bila tak tercapai, UNESCO akan memberikan kartu merah yang artinya status Global Geopark Danau Toba dicabut.
Sandiaga menyebut upaya mempertahankan status Global Geopark dari UNESCO perlu dukungan berbagai pihak. "Menjaganya itu tentu kita harus melibatkan seluruh stakeholder termasuk masyarakat setempat," imbuh Sandiaga.
Politikus PPP itu mengaku sudah berkoordinasi dengan badan pengelola Danau Toba untuk memperbaiki status Kaldera Toba. Termasuk dengan menyiapkan sejumlah langkah mitigasi.
"Penjelasan lengkap tentang apa yang harus kami perbaiki itu nanti akan ada di awal tahun 2024. Tapi sebelum itu, kami sudah melakukan langkah-langkah mitigasi," tandasnya.
Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengaku siap berkolaborasi untuk mengembalikan kepercayaan terkait status Global Geopark yang diberikan UNESCO terhadap Danau Toba. "Dalam waktu cepat kita harus merespon hal tersebut," ujar Arifin.
Melansir detikEdu, UNESCO mengumumkan bahwa status Global Geopark UNESCO harus divalidasi ulang setiap empat tahun. Hal ini dilakukan untuk memastikan kualitas kawasan tersebut.
Setelah dilakukan proses validasi ulang, UNESCO memberikan evaluasi berupa kartu hijau dan kartu kuning kepada 34 destinasi.
Sebanyak 29 destinasi mendapatkan penilaian positif dengan kartu hijau, sementara lima destinasi lainnya mendapat peringatan dengan kartu kuning.
Dalam konteks ini, Danau Toba termasuk dalam lima destinasi yang mendapatkan peringatan kartu kuning dari UNESCO.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]