Dalam sektor energi, Syahrul menyoroti masih adanya kebutuhan impor BBM, gas, dan minyak.
Karena itu, pengembangan sumber energi dalam negeri dinilai perlu terus diperkuat, baik melalui pemanfaatan sumber daya yang tersedia maupun percepatan penggunaan energi terbarukan.
Baca Juga:
Bramantyo Suwondo Ajak Mahasiswa Perkuat Sentralitas ASEAN Hadapi Tantangan Global
Syahrul juga memberikan apresiasi terhadap rencana transformasi energi yang disampaikan Presiden Prabowo, khususnya rencana mengalihkan pembangkit listrik berbasis diesel menuju energi surya.
Menurutnya, kebijakan tersebut tidak hanya berpotensi mengurangi ketergantungan pada energi fosil, tetapi juga dapat memberikan efisiensi terhadap pengeluaran negara dalam jangka panjang.
“Ini sangat cerdas sekali, menurut saya itu apresiasi yang luar biasa. Ini akan menghemat anggaran kita, BBM kita itu disebur bisa 70 triliun per tahun akan hemat jikalau kita mentransformasi energi kita dari energi diesel ke energi surya,” ujar Legislator yang juga dari Komisi I DPR RI tersebut.
Baca Juga:
Amelia Anggraini: Rivalitas Global Harus Perkuat Sentralitas ASEAN, Bukan Jadikan Asia Tenggara Arena Kompetisi
Lebih lanjut, Syahrul melihat Indonesia memiliki modal besar untuk mengembangkan pembangkit listrik tenaga surya.
Letak geografis Indonesia yang mendapatkan paparan sinar matahari sepanjang tahun dinilai menjadi keunggulan yang dapat dimanfaatkan untuk memperluas penggunaan energi terbarukan.
Menurutnya, potensi tersebut harus dikelola secara serius dan berkelanjutan.