"Di Australia itu produksinya sangat besar sekali dan dia diproduksi sejak tahun 1960-an, sangat stabil ekspornya, sudah ke seluruh dunia gitu ya. Nah sehingga karena airnya sama, lingkungannya sama dan seterusnya, kemudian kita mencoba untuk kita bangun," lanjutnya.
Ia menjelaskan, kawasan seluas sekitar 2.000 hektare tersebut diperkirakan mampu memproduksi sekitar 500 ribu ton garam per tahun. Sementara kebutuhan garam nasional saat ini mencapai sekitar 5 juta ton, sedangkan produksi garam rakyat mendekati 3 juta ton dengan kualitas yang masih beragam.
Baca Juga:
BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Kendalikan Gula, Garam, dan Lemak Demi Cegah Penyakit Berat
Selain membangun kawasan baru di Rote Ndao, pemerintah juga menggandeng PT Garam untuk mempercepat pengembangan sentra garam di Indonesia Timur.
"Jadi PT Garam ini kan dulu dibuat oleh Belanda di daerah Madura. Madura kan sudah kontaminasi luar biasa ya jadi itu harus direvitalisasi juga. Kita minta untuk PT Garam bisa ekspansi di Indonesia Timur yang masih lebih bagus. Nah itu yang kita lakukan, tapi khusus yang di Rote ini cukup bagus," ujarnya.
"Akhir tahun ini harapannya sudah produksi dengan baik sehingga kemudian target kita di akhir 2027 untuk kita bisa swasembada semestinya harusnya kita bisa," pungkas Trenggono.
Baca Juga:
Batasi Konsumsinya, 7 Makanan Ini Bikin Tulang Keropos
[Redaktur: Alpredo Gultom]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.