Dikutip
dari Harian Kompas, 18 Agustus 2017,
gagasan pembuatan pesawat N219 sebenarnya sudah ada sejak 2006.
Namun,
proses perancangan baru dilakukan pada 2007 oleh sejumlah perekayasa yang masih
tersisa di PT DI.
Baca Juga:
Bandara Heathrow Lumpuh Akibat Kebakaran Gardu Listrik, Ribuan Penumpang Terlantar
Saat
itu, PT DI berada pada titik nadir, karena kondisi riset dan inovasi nasional
belum membaik sejak krisis 1998.
Akibat
krisis itu juga, pengembangan pesawat buatan Indonesia pertama N250 yang
berhasil terbang pada 1995 akhirnya terhenti.
Pada
2010, PT DI mulai mengembangkan pesawat N219, sebuah pesawat komuter
berkapasitas 19 penumpang yang disesuaikan dengan kondisi geografis Indonesia.
Baca Juga:
Tips Menyelamatkan Diri saat Pesawat Mendarat Darurat
Pembuatan
N219 diharapkan menggantikan pesawat perintis yang sebagian telah berumur.
Desain
pesawat mulai dibuat pada 2014 dan sejumlah komponen mulai diproduksi 2015.
Berbeda
dengan pengembangan N250 yang semua prosesnya dikerjakan PT DI, riset dan
pengembangan N219 dilakukan Lapan.